Jakarta – s2.stiami.ac.id – Lembaga Pendidikan Tinggi mesti menghasilkan konsep pengetahuan. Produksi ide dan gagasan menjadi agenda utama setiap lembaga pendidikan tinggi.

Namun bagaimana mengembangkan ide gagasan tersebut? Tentu tidaklah sekedar berpikir di ruang hampa namun mendalami pengetahuan dengan cara meneliti dan kembali meneliti (re-search). Aktivitas penelitian (riset) merupakan jantung yang terus memompa peredaran sirkulasi pengetahuan. Tanpa riset, pengetahuan hanya akan berkisar pada titik yang stagnan serta tak akan menemui perkembangan atau inovasi. Walhasil, akan tumbang dalam gerusan badai sejarah.

 

Lembaga Pendidikan Tinggi Pascasarjana Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI berkomitmen penuh untuk ikut andil melahirkan penelitian-penelitian yang berkualitas di samping kuantitas yang tinggi. Proyek ini kembali hendak dikukuhkan. Hal ini terlihat pada Rapat Dosen Pascasarjana Institut STIAMI dengan tema “Paradigma Dosen Pascasarjana Di Era Milenial & Design Baru Pembelajaran” (Jumat, 01/03/19)

 

Rapat Dosen Pascasarjana Institut STIAMI yang dihelat oleh bagian Program Studi Magister Ilmu Administrasi, Dr. Mary Ismowati M.Si dengan Dr. M. Agus Cholik, SE, MM sebagai Narasumber yang membawakan materi tentang Generasi Milenials dan tentunya sambutan yang disampaikan Direktur Program Pascasarjana, Dr. Taufan Maulamin, SE., Akt., MM yang menegaskan bahwa “Perlu adanya Inovasi Gaya Belajar Mengajar dari Dosen Pascasarjana Institut STIAMI agar dapat menyesuaikan perkembangan zaman di Era Milenial agar proses Belajar Mengajar lebih inovatif dan tidak menciptakan kebosanan kepada mahasiswa dalam proses Belajar Mengajar”.

 

Kegiatan Rapat Dosen ini akan dilaksanakan secara rutinan dengan tema yang berbeda-beda untuk meninjau progresifitas riset, dosen diharapkan perbaikan terus menerus dan turut menjadi motor penggerak atas macetnya iklim intelektual yang sering terjadi di lingkungan pendidikan hari ini (v3)