Jakarta – s2.stiami.ac.id Dunia saat ini sedang digemparkan dengan adanya virus baru yang berasal dari Kota
Wuhan, Tiongkok. Virus covid-19 atau lebih dikenal dengan virus corona mulai menjadi momok menyeramkan bagi masyarakat terutama masyarakat China pada akhir tahun lalu. Virus ini mulai memasuki Indonesia pada pertengahan bulan Maret . Dan menjadi tranding topik beberapa minggu belakangan ini.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika penyebaran pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada masalah kesehatan tetapi juga masalah kemanusiaan yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan perekonomian negara kita. Pemerintah harus mewaspadai potensi penyalahgunaan anggaran Negara dalam penanggulangan wabah virus corona, jangan sampai bencana ini menjadi ajang korupsi pejabat dan pengusaha hitam. Semua celah yang memungkinkan penyelewengan harus diantisipasi sejak dini. Sebagai contoh belanja di sektor kesehatan yang sebesar 75 triliun, di antaranya digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri bagi tenaga medis dan kesehatan, obat-obatan, serta perlengkapan lain. Seluruh pengadaan itu harus dicermati karena waktu belanja yang mendesak dan jumlah produk yang terbatas biasanya mengundang terjadinya moral hazard. Situasi krisis memang kerap menggoda para penanggung jawab anggaran dan pelaku bisnis mengambil jalan pintas.

Berangkat dari permasalahan-permasalahan tersebut di atas, Sivitas Akademica Pascasarjana Institut STIAMI melalui “Center For Public Policy Studies (CPPS) bekerjasama dengan APPERTI tergerak untuk menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Pencegahan Korupsi Dana COVID 19” untuk memberikan pemahaman dan membangun
kesadaran masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyalahgunaan anggaran Negara dalam penanganan pandemi COVID 19. Tujuannya Meningkatkan peran aktif peserta seminar dalam rangka menambah pengetahuan terkait dengan isu-isu yang dihadapi khususnya dalam Pencegahan Korupsi di Tengah
Penanganan COVID 19 dan menyumbangkan pemikiran dan membangun kesadaran masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pengawalan akuntabilitas penanganan COVID 19.

Narasumber pada Seminar Nasional ini diantaranya Ferdiansyah,SE.,MM membahas topik tentang Pecegahan Korupsi Anggaran Penanggulangan COVID-19, Dr. Abdullah Hehamahua membahas tentang Korupsi birokrasi dari perspektif agama dan moral, Prof. Eliana Sari,MM membahas tentang Model Manajemen Pendidikan Antikorupsi Berbasis Prophetic Leadership Behavior: Strategi
Efektif Berkelanjutan Cegah Korupsi, Dr. Pandoyo,SE.,MM 
membahas tentang Fraud Pengadaan Barang dan Jasa dan Dr.Arief Hadianto,SE.,CA.,M.Ec.Dev,.CRMP membahas tentang Regulasi Pencegahan Korupsi dalam Penanganan Covid-19 : Tinjauan Auditor Internal PemerintahDengan dimoderatori oleh Direktur Program Magister Ilmu Administrasi, Dr. Taufan Maulamin, S.E, Ak., M.M.

Seminar Nasional ini berlangsung dari jam 13:00 s/d 15:00 online melalui Zoom Cloud Meeting dengan jumlah peserta kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari Praktisi Kebijakan Publik, Praktisi Ilmu Hukum, Politikus, Akademisi dan Mahasiswa Pascasarjana Institut STIAMI. Seminar Nasional ini juga disiarkan secara langsung di youtube https://www.youtube.com/PascasarjanaInstitutStiami