Finance.detik.com, Bogor – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2017 sampai dengan minggu kedua bulan November sudah sejalan dengan target yang telah ditentukan.
Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ditjen Anggaran, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, penerimaan negara dari perpajakan telah mencapai Rp 1.319,8 triliun dan belanja negara sudah Rp 1.619,6 triliun.

“Sampai dengan minggu kedua, posisi penerimaan perpajakan masih on the track, sudah Rp 1.319,8 triliun, kalau dari sisi belanja Rp 1.619,6 triliun,” kata Kunta di Jeep Station Indonesia, Bogor, Rabu (13/12/2017).

Kunta mengatakan, realisasi penerimaan yang sudah mencapai 76% dari target penerimaan perpajakan atau tumbuh 5,3% jika dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan untuk belanja negara telah mencapai 77,2% atau tumbuh 5,3% dibandingkan periode tahun lalu.

“Kalau dilihat satu per satu, hampir semua jenis pajak mengalami pertumbuhan positif, penerimaan PPh OP tumbuh 46%, PPN tumbuh 14,8%,” terangnya.

Dengan capaian penerimaan perpajakan dan belanja negara tersebut maka angka defisitnya telah mencapai 2,2% atau setara Rp 299,8 triliun. Sedangkan pembiayaan anggaran sebesar Rp 398,3 triliun.

“Intinya kita masih firm on the track, kita banyak tertolong dari PNBP karena adanya kenaikan harga komoditi,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, Kunta mengungkapkan, berbagai capaian dari program prioritas kementerian/lembaga (K/L) juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti penyaluran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 91,7 juta orang. Lalu 5,9 juta keluarga uang mendapat dana Program Keluarga Harapan (PKH), 364,4 ribu mahasiswa tercakup program bidik misi.

Selanjutnya, 611 kilometer (km) jalan baru telah dibangun. Tiga bandara siap dioperasikan, dan 8 bandara dalam penyelesaian, serta 204,9 km rel kereta api telah dibangun.(mkj/mkj)

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3767163/sampai-november-2017-pemerintah-sudah-belanja-rp-1619-triliun